Showing posts with label CONTOH ASKEP. Show all posts
Showing posts with label CONTOH ASKEP. Show all posts

(ASKEP) ASUHAN KEPERAWATAN PENYAKIT TUMOR PARU

B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Riwayat :
Perokok berat dan kronis, terpajan terhadpa lingkungan karsinogen, penyakit paru kronis sebelumnya yang telah mengakibatkan pembentukan jaringan parut dan fibrosis pada jaringan paru.
b. Pemeriksaan fisik pada pernapasan
Batuk menetap akibat sekresi cairan, mengi, dyspnea, hemoptisis karena erosi kapiler di jalan napas, sputum meningkat dengan bau tak sedap akibat akumulasi sel yang nekrosis di daerah obstruksi akibat tumor, infeksi saluran pernapasan berulang, nyeri dada karena penekanan saraf pleural oleh tumor, efusi pleura bila tumor mengganggu dinding par, disfagia, edema daerah muka, leher dan lengan.
c. Nutrisi :
Kelemahan, berat badan menurun dan anoreksia
d. Psikososial :
Takut, cemas, tanda –tanda kehilangan.
e. Tanda vital
Penngkatan suhu tubuh, takipnea
f. Pemeriksaan diagnostik.

2. Diagnosa keperawatan
1. Tidak efektif bersihan jalan napas berhubungan dengan obstruksi bronkial sekunder karena invasi tumor.
2. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan penekanan saraf oleh tumor paru.
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelelahan dan dyspnea
4. Perasaan cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai tumor paru.


3. Rencana Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan P e r e n c a n a a n
Tujuan dan Kriteria hasil Intervensi Rasional
1. Tidak efektif bersihan jalan napas berhubungan dengan obstruksi bronkial sekunder karena invasi tumor.
Bersihan jalan napas akan paten dengan kriteria batuk hilang, suara napas bersih, x –ray bersih. 1. Auskultasi paru akan ronkii, rales atau mengi.

2. Monitor hasil sputum sitologi
3. Beri posisi optimal kepala tempat tidru ditinggikan.


4. Atur humifier oksigen

5. Bantu pasien dengan ambulasi atau ubah posisi
6. Anjurkan intake 1,5 – 2 L/hari kecuali kontraindikasi
7. Bantu pasien yang batuk Lihat adekuatnya pertukaran gas dan luasnya obstruksi jalan napas karena skeret.
Melihat adanya sel kanker
Sekret bergerak sesuai gravitasi sesuai perubaha posisi. Meninggikan kepala tempat tidur memungkinkan diafragma untuk brkontraksi
Mensuplay oksigen dan mengurangi kerja pernapasan
Sekret bergerak sesuai perubahan tubuh terhadap gravitasi
Mengencerkan sekret

Batuk mengeluarkan sekret yang menunmpuk
2. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan penekanan saraf oleh tumor paru.
Mendemonstrasikan bebas nyeri dengan kriteria ekspresi wajah rileks, pengembangan paru optimal, menyatakan nyeri hilang 1. Beri analgesik dan evaluasi keefektifannya


2. Untuk meminimalkan nyeri dada pleural : Anjurkan untuk menahan dada dengan kedua tangan atau dengan bantal saat batuk, dorong pasien untuk berhenti merokok, dan berikan pelembab udara sesuai order dan obat antitusif

3. Untuk meminimalkan nyeri tulang : mmembalik hati - hati dan berikan dukungan, hindari menarik ekstremitas, berikan matras yang lembut, ubah posisi tiap 2 jam. Rasa nyaman merupakan prioritas dalam pemberian perawatan pasien demgam tumor. Kontrol rasa nyeri butuh narkotik dosis tinggi.
Napas dalam dan batuk kuat meregangkan membran pleura dan menimbulkan nyeri dada pleuritik. Nikotin dari tembakau bisa menyebabkan konstriksi bronkial dan menuruhkan gerakan silia yang melapisi saluran pernapasan. Anti batuk menekan pusat batuk di otak
Metastase ke tulang menyebabkan nyeri hebat. Pada banyak pasien bahkan sentuhan ringan dapat menimbjlkan rasa nyeri.
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelelahan dan dyspnea
Status nutrisi ditingkatkan dengan kriteria BB bertambah, makan sesuai diet seimbanmg, albumin, limfosit normal, lingkar lengan normal 1. Kaji diet harian dan kebutuhannya
2. Timbang BB tiap minggu
3. Kaji faktor psikologi


4. Moniitor albumin dan limfosit

5. Beri oksigen selama makan sesuai keperluan
6. Anjurkan oral care sebelum makan

7. Atur anti emetik sebelum makan

8. Berikan diet TKTP
9. Atur pemberian vitamin sesuai order Bantu menentukan diet individu
Sesuai penngkatan nutrisi.
Mengidentifikasi efek psikologis yang mempengaruhi menurunnya makan dan minum
Indikasi adekuatnya protein untuk sistem imun
Mengurangi dyspnea denan mengurangi kerja paru
Menghilangkan rasa sputum yang bisa mengurangi napsu makan pasien
Mengurangi mual yang bisa mempengaruhi napsu makan
Mendukung sistem imun
Sebagai diet suplemen atau tambahan




4.


Aktivitas intolerans berhubungan dengan kelemahan secara umum.



Pasien mampu melakukan akvitas tanpa keleahan atau dyspnea dengan kriteria hasil mampu melakukan aktivitas hariannya.


1. Observasi respon terhadap aktivitas
2. Identifikasi faktor yang mempengaruhi intolerans seperti stres, efek samping obat
3. rencanakan periode istirahat di antara waktu bekerja
4. anjurkan untuk lakukan aktivitas sesuai kemampuan pasien
5. berikan program latihan aktivitas sesuai toleransi
6. Rencanakan bersama keluarga mengurangi energi yang berlebihan saat melakukan aktivitas harian



Melihat kemapuan beraktivitas
Intevensi dilaksanakan sesuai faktor yang mempengaruhi
Mengurangi kelelahan melalui isitirahat yang cukup
Menemukan pasien kebutuhannya ttanpa menyebabkan kelelahan
Meningkatkan independensi pasien sendiri
Identifikasi menyimpan energi .

BAB II
TINJAUAN KASUS
A. PENGKAJIAN
I. Identitas Klien
Nama : Tn. S
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 65 tahun
Status Perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : Tamat SD
Pekerjaan : Petani
Alamat : Lingkungan IV, Langkat.
Tanggal Masuk RS : 11 Agustus 2009
Nomor Register : 00.40.08.13

Penanggung Jawab Klien
Nama : Sarmiyah
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Hubungan Keluarga : Istri
Alamat : Lingkungan IV, Langkat.

II. Status Kesehatan
1. Keluhan utama : Nyeri dada, sesak nafas, dan batuk.
2. Faktor pencetus : Nyeri dada dialami Px ± 2 tahun ini, nyeri bersifat hilang timbul, nyeri seperti tertusuk, nyeri bertanbah berat dalm satu bulan ini, nyeri bersifat terus menrus, menjalar ke lengan kanan dan punggung sebelah kanan.

III. Riwayat Kesehatan Sekarang
1. Palliative : Tumor paru disebabkan terinfeksi zat arsenic/pestisida.
2. Qualitative : Tumor Paru.
3. Region : Nyeri dada, sesak nafas, dan batuk.
4. Saverty : Keadaan umum tampak lemas.
5. Time : Hal ini terjadi dalam satu bulan ini

IV. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
1. Klien tidak pernah dirawat karena menderita penyakit yang serius, Klien tidak ada riwayat alergi, riwayat imunisasi tidak jelas, Klien ada riwayat kebiasaan merokok dan kebiasaan menggunakan pestisida tanpa memakai masker.

2. Pola Aktivitas Sehari-hari
Aktivitas
Sehari-hari Sebelum Masuk
Rumah Sakit Sesudah Masuk
Rumah Sakit
Pola Nutrisi Makan 3 x sehari dengan nasi dan lauk Makan 3 x sehari dengan diet MB

Pola Eliminasi BAB 2 x sehari, konsistensi lembek, warna kuning tengguli BAB 2 x sehari, konsistensi lembek, warna kuning tengguli

BAK 3-4 x sehari, warna kuning jernih BAK 3 x sehari dengan warna kuning keruh, bau khas

Pola Tidur dan Istirahat Tidur 6-8 jam sehari dari jam 22.00 – 06.00 Wib, kesulitan dalam hal tidur tidak ada Tidur 5-6 jam sehari dari jam 23.00 – 05.00 Wib, masih ada kesulitan dalam tidur.
Pola Aktivitas dan Latihan Klien bekerja sebagai Petani.
Klien tidak dapat bekerja.
Personal Hygiene Klien mandi 2 x sehari, gosok gigi sehabis makan, klien mencuci rambut bila perlu saja Klien dimandikan dengan menggunakan air hangat 1 x setiap hari.








V. Riwayat Keluarga
Geogram:









Keterangan :

= laki-laki

= perempuan

= laki-laki yang meninggal

= perempuan yang meninggal

= pasien

= tinggal satu rumah



VI. Aspek Psikososial
Klien tinggal bersama keluarganya dengan menganut adat istiadat daerah Jawa. Dalam keluarga Klien sering menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar, pengambilan keputusan dilakukan sendiri dan terlebih dahulu dimusyawarahkan. Hubungan klien dengan keluarga baik, dimana klien sering dijenguk oleh keluarga dekat.

VII. Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda vital tanggal 11 Agustus 2009
TD : 80/60 mmHg,
Pols : 104 x/i,
Temp : 370 C,
RR : 32 x/i,

- Kepala : Bentuknya oval, sering merasakan pusing.
- Mata : Bentuknya simetris, reaksi terhadap cahaya bagus, ada reaksi buka mata, fungsi penglihatan jelas.
- Hidung : Klien menggunakan Oksigen (5-6 l/i).
- Mulut dan tenggorok : Mukosa bibir Klien tidak kering.
- Dada/ pernapasan : Simetris, adanya bunyi nafas ronkhi. Klien sesak, respirasi 32 x/i.
- Sirkulasi : Tidak dijumpai adanya keluhan.
- Abdomen : Tidak dijumpai adanya keluhan
- Genitalia : Bersih, tidak memakai kateter.
- Ekstremitas : Pada tangan kiri terpasang infus.
- Kulit : Turgor kulit bagus, warna kulit sawo matang.


- Data laboratorium
Pemeriksaan laboratorium tanggal 05 Agustus 2009
Faal hati :
Bilirubin total : 0,56 mg/dl Normal : < 1 mg/dl
Bilirubin direct : 0,16 mg/dl Normal : < 0,25 mg/dl
Alkalin Fost : 136 u/l Normal : 40-129 u/l
SGOT : 95 u/l Normal : < 38 u/l
SGPT : 51 u/l Normal : < 40 u/l
Tot. Protein : 5,9 g/dl Normal : 6,0-8,0 g/dl
Albumin : 2,7 g/dl Normal : 3,7-5,1 g/dl
Globulin : 3,2 g/dl Normal : 2,6-3,6 g/dl
Faal Ginjal
Ureum : 55 mg/dl Normal : 10-50 mg/dl
Creatinin : 0,71 mg/dl Normal : 0,7-1,4 mg/dl
Uric acid : 6,40 mg/dl Normal : 3,0-7,0 mg/dl
Natrium : 141 mEq/L Normal : 135-155 mEq/L
Kalium : 4,8 mEq/L Normal : 3,6-5,5 mEq/L
Chlorida : 94 mEq/L Normal : 96-106 mEq/L




Analisa Gas Darah
Ph : 7,442 Normal : 7,35-7,45
PCO2 : 39.3 mmHg Normal : 38-42 mmHg
PO2 : 68,7 mmHg Normal : 85-100 mmHg
Bikarbonat : 26,2 Normal : 22-26
Tot. CO2 : 27,4 Normal : 19-25
Base exes : 2,1 Normal : -2 - +2
Saturasi O2 : 94,4 Normal : 95-100

- Diagnosa Medis : Tumor Paru

- Pengobatan
Inj. Tramadol 1 amp/8 jam
Ranitidine 1 amp/12 jam
Ambroxol 3x1
Cefixin 2x100 mg
Metyl Predinisolon 3x4 mg
Nebule Ventolin + Flixotide /8 jam
Inf. Aminofusin 1 fls/H
NaCl
CT. Scan
FNAB

- Diet :
MB












B. ANALISA DATA
No. Data Etiologi Masalah
1.







2.








3.











Data Subjektif :
- Klien mengatakan sesak pada saat bernafas.

Data Objektif :
- Klien menggunakan oksigen (5-6l/i) bila merasa sesak pada saat bernafas.


Data subjektif :
Klien mengatakan bahwa dadanya terasa nyeri (sedang) dan batuk..

Data Objektif :
- Klien meringis kesakitan bila serangan muncul.


Data Subjektif :
- Klien menanyakan tentang penyakitnya.

Data Objektif :
- Klien dan Keluarga terlihat sering bertanya tentang penyakit yang diderita Klien.
Pengaruh rokok dan zat arsenic/pestisida.






Penekanan saraf oleh tumor.







Kurangnya pengetahuan tentang Tumor Paru

Kurang efektifnya kebersihan jalan nafas.





Gangguan rasa nyaman : Nyeri (sedang)





Cemas

C. PRIORITAS DIAGNOSA MASALAH
1. Kurangnya kebersihan jalan nafas b/d pengaruh rokok dan zat arsenik/pestisida d/d Klien merasa sesak pada saat bernafas.
2. Gangguan rasa nyaman nyeri (sedang) b/d penekanan saraf oleh tumor paru d/d Klien mengatakan terasa nyeri di bagian dada dan batuk.
3. Cemas b/d kurangnya pengetahuan tentang Tumor Paru d/d Klien dan keluarga sering bertanya tentang penyakit yang diderita Klien.

D. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama pasien : Tn. S Ruangan : Rindu A3
Umur : 65 tahun Diagnosa Medis : Tumor Paru

No Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasionalisasi
1 Dx I Mengefektifkan kebersihan jalan nafas
- Sesak berkurang
- Klien tidak memakai Oksigen lagi. - Auskultasi paru akan ronkii, rales atau mengi.

- Monitor hasil sputum sitologi
- Atur humifier oksigen

- Bantu pasien dengan ambulasi atau ubah posisi
Lihat adekuatnya pertukaran gas dan luasnya obstruksi jalan napas karena skeret.

Melihat adanya sel kanker
Meninggikan kepala tempat tidur memungkinkan diafragma untuk berkontraksi
Mensuplay oksigen dan mengurangi kerja pernapasan

Dx II Mengurangi rasa nyeri.
Kriteria hasil :
- Nyeri berkurang.
- Wajah Klien terlihat lebih rilex. 1.Kaji lokasi nyeri.

2. Memberikan posisi nyaman.

3. Menganjurkan Klien agar tidak banyak bergerak.
4. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat analgesik.

. 1. Untuk mengidentifikasi lokasi nyeri supaya intervensi lebih efektif.
2. Diharapkan dengan posisi yang nyaman, nyeri dapat berkurang.
3. Pergerakan yang banyak dapat memicu nyeri bertambah.
4. Analgesik merupakan jenis obat yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri.

3 Dx 3 Cemas teratasi
Kriteria hasil :
- Klien dan keluarga mengetahui tentang proses penyakit
- Keluarga klien kooperatif dalam pengobatan 1. Berikan komunikasi terapeutik untuk memberi penjelasan tentang penyakit klien
2. Ciptakan kepada keluarga suasana yang tenang dan nyaman
3. Anjurkan keluarga untuk selalu berdoa kepada Tuhan 1. Menambah pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakit dan penatalaksanaan di rumah

2. Memberi kesempatan bagi keluarga untuk istirahat dan mengurangi kecemasan
3. Lebih mendekatkan diri keluarga kepada Tuhan terutama dalam penyakitnya










E. CATATAN PERKEMBANGAN KEPERAWATAN

No Tanggal No Dx Implementasi Evaluasi
1 12 Agustus 2009 Dx 1 08.45
- Mengkaji k/u Klien
- Memberikan posisi nyaman
11.00
- Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat ( Nebule Ventolin + Flixotide /8 jam)

S :Klien mengatakan masih merasa sesak saat bernafas.
O : Klien tampak sesak dan batuk.
A : Masalah belum teratasi.
P :Intervensi dilanjutkan.
Dx2 Jam 08.30
-Mengkaji k/u Klien.
-Memberikan posisi nyaman
Jam 13.15
-Menganjurkan Klien untuk beristirahat dan tidak banyak bergerak. S : Klien mengatakan masih ada rasa nyeri di bagian dada.
O : Klien tampak meringis kesakitan.
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

Dx 3 Jam 08.45
-Mengkaji k/u Klien
Jam 11.15
-Komunikasi teraupetik S : Klien mengatakn sudah mulai mengerti tentang penyakitnya.
O : Klien tampak tidak cemas, dan jarang bertanya tentang penyakitnya lagi.
A : Masalah sebahagian teratasi
P : Intervensi dilanjutkan.

2
13 Agustus 2009
Dx 1
08.45
- Mengkaji k/u Klien
- Memberikan posisi nyaman
11.00
- Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat ( Nebule Ventolin + Flixotide /8 jam)


S :Klien mengatakan masih merasa sesak saat bernafas.
O : Klien tampak sesak dan batuk.
A : Masalah belum teratasi.
P :Intervensi dilanjutkan.
Dx2 Jam 08.30
-Mengkaji k/u Klien.
-Memberikan posisi nyaman
Jam 13.15
-Menganjurkan Klien untuk beristirahat dan tidak banyak bergerak. S : Klien mengatakan masih ada rasa nyeri di bagian dada.
O : Klien tampak meringis kesakitan
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
Dx 3 Jam 08.45
-Mengkaji k/u Klien
Jam 11.00
-Komunikasi teraupetik S : Klien mengatakn sudah mengerti tentang penyakitnya.
O : Klien tampak tidak cemas, dan tidak bertanya lagi tentang penyakitnya.
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan.




3 14 Agustus 2008 Dx 1 08.45
- Mengkaji k/u Klien
- Memberikan posisi nyaman

11.00
- Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat ( Nebule Ventolin + Flixotide /8 jam)

S :Klien mengatakan masih merasa sesak saat bernafas.
O : Klien tampak sesak dan batuk.

A : Masalah belum teratasi.
P :Intervensi dilanjutkan.





Dx2 Jam 08.30
-Mengkaji k/u Klien.
-Memberikan posisi nyaman
Jam 13.15
-Menganjurkan Klien untuk beristirahat dan tidak banyak bergerak. S : Klien mengatakan masih ada rasa nyeri di bagian dada.
O : Klien tampak meringis kesakitan.
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

ASUHAN KEPERAWATAN TRAUMA KEPALA/CAPITIS




ASKEP TRAUMA KEPALA/CAPITIS

DEF. CIDERA KEPALA   :

TRAUMA CEREBRAL (CEREBRAL INJURY) ADL:  SATU BENTUK TRAUMA YG DPT MERUBAH
KEMAMPUAN OTAK DLM MENGHASILKAN
KESEIMBANGAN AKTIVITAS FISIK,INTELEKTUAL
         EMOSIONAL,SOSIAL & PEKERJAAN, ATAU SUATU
         GANGGUAN TRAUMATIK YG DPT MENIMBULKAN
         PERUBAHAN –2  FUNGSI OTAK ( BLACK, M. 1997)

TRAUMA KEPALA ------ TERBAGI       2          :
  1. PEMBULUH DARAH         :
·        PEDARAHAN SUB. ARACHNOID
·        HEMATOMA  DI  EPIDURAL
·        PERDARAHAN  DI  INTRA SEREBRAL

  1. TRAUMA JARINGAN  OTAK :
A.COMOTIO  CEREBRI  (CKR)
·        GCS    : 13 – 15, KEHILANGAN KESADARAN  <  30 MENIT, ADA YG MENYEBUT  <  2 JAM, TDK ADA PENYERTA ,SPT: FR.TENGKORAK,KONTUSIO/HEMATOMA

B. CONTUSIO CEREBRI (CKS)        :
·        GCS    : 9 – 12, TDK SADAR ATAU AMNESIA  30  MENIT ----- 24 JAM, (ADA YG NYEBUT       : 2 – 5 JAM),DPT FR. TENGKORAK ,DISORIENTASI RINGAN  (BINGUNG)




C. LASERASI OTAK (CKB)   :
·        GCS    : 3 – 8, TDK SADAR  > 24 JAM, MELIPUTI KONTUSIO CEREBRAL, LASERASI, HAEMATOM (EDEMA Cr.)


GEJALA KLINIS          :

·        GGN. KESADARAN TERGANTUNG BERAT/LUAS LESI
OTAK

·        GEJALA FOKAL NEUROLOGIS TERGANTUNG LOKASI LESI OTAK

PEMERIKSAAN / DX        :

·        KLINIS          :

UMUM     (TANDA VITAL,TANDA TRAUMA DI BAG. LAIN  DARI  KEPALA), KESADARAN ---- GCS,NEUROLOGIS---- FUNGSI NEUROLOGI & ADA TIDAKNYA LATERALISASI            :

SPT     :
HEMI PARESE, PUPIL MATA ANISOKOR.

FHOTO          : X , CT SCAN, DSB.

PENDERITA  MRS :
GGN KESDARAN,NEUROLOGIS,GGN FUNGSI VITAL.


PENATALAKSANAAN


·          2 HARI PER   I  RETRIKSI  CAIRAN

·        DIPERTIMBANGKAN  NASOGASTRIK FEEDING  ATAU  ORAL

·        CORTIKOSTEROID -----  GGN. KESADARAN
I --   16 – 20   mg  DEXA (IV), KMD  4 X  ( 4- 5 hr)
TAPERING  7 – 10  hr.

·         ANTIBIOTIKA ---  MENEMBUS  BLOOD  BRAIN

·        GAWAT -----   MANITOL   20  % --- 0,8 – 1 gr/kg/BB



















DASAR   PENGKAJIAN          :
  1. AKTIVITAS /  ISTIRAHAT
G         : MERASA LEMAH, LELAH,KAKU,HILANG
               KESEIMBANGAN

T         : PERUBAHAN KESADARAN, LETHARGI,
           HEMI PARESE, QUADREPLEGIA, ATAKSIA,
              KEHILANGAN TONUS OTOT, OTOT SPASTIK.

  1. SIRKULASI.
G         : PERUBAHAN  TD , FREKUENSI JANTUNG
              ( BRADIKARDIA,  TAKIKARDIA YG  DI
              SELINGI  DGN  BRADIKARDIA, DISRITMIA)

  1. INTEGRITAS  EGO
G         : PERUBAHAN TINGKAH LAKU A/ KEPRIBADI
              AN.
T         : CEMAS ,MUDAH TERSINGGUNG, DELIRIUM,
               AGITASI,BINGUNG,DEPRESI & IMPULSIF.

  1. ELIMINASI
G         : INKONTINENSIA  KANDUNG KEMIH

  1. NUTRISI / CAIRAN
G         : MUAL , MUNTAH
T         : GGN MENELAN ( BATUK, DISFAGIA)

  1. NEUROSENSORI
G         :
·        HILANG KESADARAN SEMENTARA
·        AMNESIA,VERTIGO,TINITUS,HILANG PENDENGARAN,BAAL PD EKSTREMITAS
·        PERUBAHAN DLM PENGLIHATAN,DIPLOPIA,GGN PENGECAPAN & PENCIUMAN.
       T  :
·        PERUBAHAN KESADARAN---- COMA
·        PERUBAHAN STATUS MENTAL ( ORIENTASI,KEWASPADAAN,PERHATIAN,
KONSENTRASI, EMOSI & MEMORI )
·        PERUBAHAN  PUPIL
·        KEHILANGAN PENGINDRAAN,PENGECAPAN, PENCIUMAN.
·        GENGGAMAN LEMAH,TDK SEIMBANG,REFLEKS TENDON LEMAH, HEMI PARESE, QUADRE PLEGIA.
·        KEJANG , SENSITIF  THD SENTUHAN
·        KEHILANGAN SENSASI SEBAGIAN TUBUH
·        KESULITAN DLM MENENTUKAN POSISI TUBUH

  1. NYERI
G         : SAKIT  KEPALA
T         : MENYERINGAI, GELISAH, MERINTIH

  1. PERNAPASAN
T         : PERUBAHAN  RR ( APNEA,HIPERVENTILASI)
              NAPAS  BERBUNYI (STRIDOR, MENGI (+) )

  1. KEAMANAN
G         : TRAUMA  KRN  KECELAKAAN
T         :  FRAKTUR/DISLOKASI,GGN PENGLIHATAN,
               LASERASI KULIT,ABRASI, ADANYA ALIRAN
            CAIRAN DARI TELINGA/HIDUNG, GGN
               KOGNITIF, GGN RENTANG GERAK, TONUS
               OTOT HILANG, PARALISIS, DEMAM.
  1. INTERAKSI  SOSIAL
       T        : AFASIA MOTORIK/SENSORIK,BICARA
                   TANPA ARTI, BICARA BERULANG-ULANG,
                       DISARTRIA.
PEMERIKSAAN  DIAGNOSTIK       :

·        SCAN  CT ,MRI, EEG, SINAR  X, GDA/BGA
·        KIMIA/ELEKTROLIT  DARAH,TOKSIKOLOGI
·        ANTIKONVULSAN DARAH
·        BAER ( BRAIN AUDITO EVOKED RESPONS)---
FUNGSI KORTEKS & BATANG OTAK.
·        PET (POSITRON EMISSION TOMOGRAPHY)
--- PERUBAHAN AKTIVITAS METABOLISME PADA OTAK
·        PUNGSI  LUMBAL , CSS  : -- PERDARAHAN SUB  ARAHCNOID


PRIORITAS  KEPERAWATAN

1.MEMAKSIMALKAN  PERFUSI  A/  FUNGSI SEREBRAL

2.MENCEGAH   A/  MEMINIMALKAN  KOMPLIKASI

3.MENGOPTIMALKAN  FUGSI  OTAK

4.MENYOKONG  PROSES  KOPING & PEMULIHAN
    KELUARGA

5.MEMBERIKAN  INFORMASI  PROSES / PROGNOSIS 
    PENYAKIT, RENCANA  TINDAKAN


TUJUAN PEMULANGAN            :
  1. FUNGSI SEREBRAL MENINGKAT,DEFISIT NEUROLOGI DPT DIPERBAIKI ATAU DISTABILKAN
  2. KOMPLIKASI TIDAK TERJADI
  3. AKS DAPAT TERPENUHI SENDIRI ATAU DIBANTU
  4. KELUARGA MEMAHAMI KEADAAN YG SEBENARNYA DAN DAPAT TERLIBAT DALAM PROSES PEMULIHAN
  5. PROSES/PROGNOSIS PENYAKIT DAN PENANGANAN  DAPAT DIPAHAMI DAN MAMPU MENGIDENTIFIKASI DAN MEMANFAATKAN SUMBER DAYA YG TERSEDIA.



























DX      KEPERAWATAN

1.PERUBAHAN FERFUSI JARINGAN B.D HEMATOMA,EDEMA SEREBRAL,HIPOKSIA,HYPOVOLEMIA,DISRITMIA JANTUNG.

2. RESIKO/ACTUAL TDK  EFEKTIFNYA POLA NAFAS B.D  KERUSAKAN  PUSAT  NAFAS  DI MEDULA 
OBLONGATA.

3.GGN RASA NYAMAN NYERI (KEPALA,PUSING) B.D
    KERUSAKAN JARINGAN  OTAK & PENINGKATAN 
    TIK

4.RESIKO / ACTUAL GGN  NUTRISI B.D BER<<
KEMAMPUAN  MENERIMA  NUTRISI  SEKUNDER THD  MENURUNNYA  KESADARAN

5.RESIKO  INFEKSI B.D  DISKONTINUITAS 
JARINGAN

6.PERUBAHAN SUHU TUBUH (HIPER/HYPOTERMI)
B.D  KERUSAKAN PUSAT PENGATUR SUHU (HIPOTHALAMUS)

7.RESIKO  INJURI  B.D PENURUNAN KESADARAN

8.KURANG  PERAWATAN DIRI B.D KELEMAHAN
SEKUNDER  THD  INTAKE  ATAU  NYERI  KEPALA

9.GGN  ISTIRAHAT  TIDUR  B.D  NYERI  KEPALA



1. RESIKO/ACTUAL TDK  EFEKTIFNYA POLA NAFAS B.D  KERUSAKAN  PUSAT  NAFAS  DI MEDULA 
OBLONGATA.

IMPLEMENTASI          :
1.      PANTAU FREKUENSI,IRAMA,KEDALAMAN PERNAPASAN,CATAT  KETIDAK TERATURAN PERNAPASAN

2.      CATAT KOMPETENSI REFLEK GAG/MENELAN DAN KEMAMPUAN PASIEN UNTUK MELINDUNGI JALAN NAPAS SENDIRI.PASANG JALAN NAPAS SESUAI INDIKASI

3.      ANGKAT KEPALA TEMPAT TIDUR SESUAI ATURANNYA,POSISI MIRING SESUAI INDIKASI

4.      ANJURKAN PASIEN  UNTUK  MELAKUKAN NAPAS DALAM YG EFEKTIF JIKA PASIEN SADAR

5.      LAKUKAN PENGHISAPAN DENGAN EKSTRA HATI2 ,JANGAN LEBIH DARI DARI 10-15 DETIK.CATAT KARAKTER,WARNA DAN KEKERUHAN DARI SEKRET

6.      AUSKULTASI SUARA  NAPAS,PERHATIKAN DAERAH HIPOVENTILASI DAN ADANYA SUARA-SUARA TAMBAHAN YG TDK NORMAL (SPT : KREKELS,RONKI,MENGI).

7.      PANTAU PENGGUNAAN DARI OBAT-OBAT DEPRESAN PERNAPASAN SPT. SEDATIF



KOLABORASI

8.      PANTAU ATAU GAMBARKAN ANALISA GAS DARAH,TEKANAN OKSIMETRI

9.      LAKUKAN RONSEN TORAKS  ULANG

10.BERIKAN OKSIGEN

11.LAKUKAN FISIOTERAPI DADA JIKA ADA INDIKASI

ASUHAN KEPERAWATAN POST OPERASI



A. Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada tanggal 17 Maret 2012 jam 16.00 WIB.
1. Biodata
a. Identitas pasien
Nama : Tn. S
Umur : 70 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Swasta
Pendidikan : Smp
Alamat : Ketapang Rt 22 Rw 07 Kendal
No. Register : 249267
Diagnosa Medis : Post op EKEK+IOL hari pertama
Tanggal operasi : 17 Maret jam 09.00 wib
2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama Nyeri pada mata kiri terasa ada yang mengganjal.
b. Riwayat penyakit sekarang
Klien mengeluh mata kirinya kabur sejak 1 tahun yang lalu.Klien didiagnosa mengalami katarak senilis matur. Saat ini klien dirawatinap di ruang KENANGA RSUD dr. ISKAK dan telah 43 menjalani operasi ekstraksi katarak ekstrakapsular dengan pemasangan IOL pada tanggal 17 Maret 2012 jam 09.00.
3. Pola fungsi kesehatan menurut Gordon
a. Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan
Sebelum sakit : klien merasa kesehatan adalah hal yang penting.Klien mandi 2 kali sehari, gosok gigi 3 kali sehari,ganti baju 2 kali sehari.Jika sakit, klienmemeriksakan dirinya ke dokter.
Selama sakit : klien didiagnosa mengalami katarak senilis maturdan telah menjalani operasi pada mata kiri. Matakiri diganti balutannnya setiap hari dan setiap 4jam diberi tetesan C.xytrol 1 tetes.
b. Pola nutrisi dan metabolik
Sebelum sakit : klien makan 3 kali sehari dengan komposisi nasi,lauk, sayur, ditambah makanan ringan atau buahbuahan.1 porsi habis.Klien minum ± 1 liter airputih sehari dan ditambah 1 gelas teh setiap pagi.
Selama sakit : Klien makan 3 kali sehari dengan komposisi nasi,lauk, sayur, dan buah. 1 porsi habis yangdisediakan RS. Klien minum ± 1 liter air putihsehari ditambah 200cc teh atau susu setiap pagiyang disediakan RS.
c. Pola eliminasi
Sebelum sakit : klien BAB 2 hari sekali. Konsistensi kuning,lembek, bau khas. Klien BAK 3-4 kali seharidengan konsistensi kuning, jernih, bau khas.Selama sakit : setelah operasi klien belum BAB. Klien BAK 3-4kali sehari.Konsistensi jernih, kuning, bau khas.
d. Pola aktivitas
Sebelum sakit : klien melakukan aktivitas sehari-hari dirumah.Sebagai pensiunan, klien menghabiskan waktunyauntuk membersihkan rumah, membaca, danmenghabiskan waktu bersama keluarganya.
Selama sakit : klien belum bisa melakukan aktivitas sepertibiasanya karena diharuskan bedrest total selama24 jam setelah menjalani operasi. Aktivitas kliendibantu keluarga.
e. Persepsi dan Kognitif
Sebelum sakit : klien mengatakan penglihatannya tergangguterutama pada mata kiri. Terasa kabur dan tidakjelas. Klien juga mengeluh silau jika terkena sinar
yang terang sejak 1 tahun yang lalu.
Selama sakit : klien mengeluh nyeri terasa cekot-cekot pada matakiri, skala nyeri 7, intermitten, bertambah bilaberaktivitas. Klien merasa tidak nyaman denganadanya balutan.Klien mengatakan penglihatannyabelum membaik, masih terasa kabur dan terasaada benda yang mengganjal pada mata kirinya.
f. Pola istirahat tidur
Sebelum sakit : klien tidur sekitar 2 jam pada siang hari (pukul13.00-14.00) dan 6 jam pada malam hari (pukul22.00-04.00).
Selama sakit : klien tidur sekitar 6-7 jam sehari. Tidak adakeluhan dalam istirahat dan tidur.Klien tidurdengan leher diganjal bantal pasir untukmencegah peningkatan TIO.
g. Pola hubungan dengan orang lain
Sebelum sakit : hubungan denagn orang lain baik. Tidak adahambatan.
Selama sakit : hubungan dengan keluarga baik. Hubungandengan sesama pasien dan perawat juga baik.Orang terdekat klien adalah anak perempuannya.
h. Pola reproduksi dan seksual
Klien tidak memikirkan seksualitasnya selama dirawat di rumah sakitkarena klien juga seorang duda.

i. Pola mekanisme koping
Klien merasa optimis akan sembuh. Klien selalu berdiskusi dengananak-anaknya demi kepentingan kesembuhan penyakitnya saat ini.
j. Pola nilai dan kepercayaan
Pasien pemeluk agama Islam dan ia taat beribadah. Ia yakin bahwaAllah SWT akan memberi kesembuhan pada dirinya. Sebelum dirawatdi RS pasien taat beribadah yaitu selalu menjalankan sholat 5 waktudalam sehari.Selama di rawat di RS, klien tetap menjalankan ibadahshalat 5 waktu dan berdzikir.
4. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum
Kesadaran composmentis, klien post operasi OS EKEK+IOL haripertama, tanda-tanda vital TD : 120/90 mmHg, temperatur : 36, 40 C, nadi: 100 kali/ menit, pernafasan : 24 kali/ menit.
b. Kulit
Sawo matang, turgor baik, tidak ada luka, akral dingin, CRT < 2 detik.
c. Kepala
Bentuk mesochepal, rambut tidak mudah dicabut, rambut hitam danberuban, bergelombang.Kulit kepala bersih.
d. Mata
Terdapat luka post operasi dengan balutan dan terpasang DOP padamata kiri. Jahitan pada kornea, oedema di daerah mata kiri.Lukabersih, tidak ada pus ataupun rembesan darah.
e. Telinga
Simetris, bersih, tidak ada sekret maupun alat bantu pendengaran,pendengaran pasien masih dalam batas normal dan saat diajak bicarapasien mudah menangkap dengan intensitas suara sedang.
f. Mulut
Mulut bersih dan tidak bau, tidak menggunakan gigi palsu dan tidakada caries gigi walaupun gigi pasien sudah ada yang tanggal.Mukosabibir lembab.
g. Leher
Tidak ada massa, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, kelenjar limfe,tonsil. tidak ada peningkatan vena yugularis dan tidak ada nyeri telan.



h. Dada
Bentuk simetris kanan dan kiri, tidak ada luka maupun penggunaanotot bantu pernapasan.
- Paru : Pergerakan simetris, suara napas vesikuler, redup, tidakada ronchi, weezhing, maupun mengi.
- Jantung : Suara jantung S1 dan S2, irama teratur, tak ada gallopataupun murmur.
i. Abdomen
Berbentuk datar, tympani, bising usus aktif 5kali/menit, tidak ada asites, tidak adadistensi abdomen, tidak ada nyeri tekan dannyeri lepas.
j. Genetalia
Tidak ada hemoroid dan tidak terpasang kateter.
k. Ekstremitas
Bersih, turgor baik, tidak ada edema, tidak terpasang infus, koordinasigerak dan keseimbangan baik, capillary refill time < 2 detik.
5. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan oftalmoskopi (24 februari 2010)
VOD: 6/30, VOS: 2/60
Palpebra: oedem (+)
Konjungtiva: hipereremis (-)
Kornea: oedem (+), DF/ jahitan rapat
Iris: kripte (+), synekia (-)
Pupil: bulat, diameter 3 mm RP (+)/N
Lensa: pseudofuki IOL ditempat, pigmen iris
b. Therapy
1. C. Xytrol 4x1 tetes Deuleus sinistra
2. Amoxicillin 3x500 mg
3. Asam mefenamat 3x500 mg
4. Ganti balut 1 kali sehari



B. Analisa Data
Tgl No Data (DS dan DO) Masalah Etiologi
No
Symtom
Etiologi
Problem
1
DS :
Klien mengeluh nyeri cekot cekot pada mata kiri, skala 7,
terasa hilang- timbul selama sekitar 1 menit, bertambah bila beraktivitas
DO :
- Luka post operasi hari
pertama dengan balutan dan
terpasang DOP pada mata
kiri
- Terdapat jahitan pada kornea
- TD: 120/90 mmHg, Nadi
100 kali/ menit, pernapasan
24 kali/ menit, suhu 36, 40 C
Post operatif
Prosedur pembedahan EKEK+IOL
Prosedur invasive
Adanya luka pembedahan
Gangguan Rasa Nyaman:
Nyeri
G3 rasa nyaman ( nyeri ) b/d adanya luka pembedahan
2
DS :
- Klien mengeluh nyeri pada
mata kiri yang telah dioperasi
DO :
- Klien post operasi OS EKEK+IOL hari pertama
- Terdapat luka operasi dengan balutan dan terpasang DOP pada mata kiri
- Luka bersih, tidak ada pus
maupun rembesan darah
Post operatif
Prosedur pembedahan EKEK+IOL
Prosedur invasive
Adanya luka pembedahan
Resiko Tinggi Infeksi
Cemas ( rasa nyaman )

G3 rasa nyaman (cemas) b/d resiko tinggi infeksi


C. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan rasa nyaman: nyeri (akut) berhubungan dengan adanya luka pembedahan
2. Gangguan rasa aman : cemas berhubungan dengan resiko tinggi infeksi



D. Intervensi Keperawatan
1. Gangguan rasa nyaman: nyeri (akut) berhubungan dengan adanya luka pembedahan
            1. BHSP
                        R/ menjalin hubungan terapeutik antara perawat dan pasien
            2. kaji status nyeri pasien
                        R/ mengetahui skala nyeri yang dirasakan pasien
            3. Ajarkan menggunakan teknik manajemen nyeri : napas dalam dan latihan relaksasi
                        R/ Meningkatkan relaksasi dan koping. Menurunkan TIO
4. Berikan analgesic resep sesuai advis dokter. Evaluasi keefektifannya. Beri tahu dokter              
bila nyeri menetap setelah pemberian pengobatan
R/ Analgesik memblokir jaras nyeri.Ketidaknyamanan menetap menandakan komplikasi dan perlu penanganan segera.
2. Gangguan rasa aman : cemas berhubungan dengan resiko tinggi infeksi
            1. BHSP
                        R/ menjalin hubungan terapeutik antara perawat dan pasien
            2. Observasi tanda terjadinya infeksi.
                        R/ Infeksi memerlukan upaya intervensi.
            3. Ganti balutan dengan teknik aseptik.
R/ Teknik aseptic yang tepat menurunkan resiko penyebaran bakteri dan kontaminasi silang
            4. Berikan pendidikan kesehatan tentang post operasi
                        R/ mengurangi kecemasan pasien

E. Implementasi Keperawatan
1. Gangguan rasa nyaman: nyeri (akut) berhubungan dengan adanya luka pembedahan
            1. BHSP
                        a. SKS ( Sentuhan Kasih Sayang )
            2. kaji status nyeri pasien
                        b. Mengkaji karakteristik nyeri pasien
            3. Ajarkan menggunakan teknik manajemen nyeri : napas dalam dan latihan relaksasi
                        c. mengajarkan menggunakan tehnik napas dalam dan latihan relaksasi
4. Berikan analgesic resep sesuai advis dokter. Evaluasi keefektifannya. Beri tahu dokter              
bila nyeri menetap setelah pemberian pengobatan
                        d. memberikan analgesic penghilang nyeri dan memberi tahu dokter bila nyeri           
menetap
2. Gangguan rasa aman : cemas berhubungan dengan resiko tinggi infeksi
            1. BHSP
                        a. SKS ( Sentuhan Kasih Sayang )
            2. Observasi tanda terjadinya infeksi.
                        b. mengobservasi tanda terjadinya infeksi
            3. Ganti balutan dengan teknik aseptik
                        c. mengganti  balutan dengan teknik aseptik
            4. Berikan pendidikan kesehatan tentang post operasi
                        d. memberikan pendidikan kesehatan tentang post operasi
F. Evaluasi Keperawatan
·         Kembalinya fungsi fisiologis pada seluruh system secara normal
·         Tidak terjadi komplikasi pasca bedah
·         Pasien dapat beristirahat dan memperoleh rasa nyaman
·         Tidak terjadi luka operasi
·         Hilangnya rasa cemas
·         Meningkatnya konsep diri pasien

A. Pengertian Mobilisasi
Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas, teratur untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat menuju kemandirian
Mobilisasi :
1. Aktif
Yaitu latihan pada tulang dan sendi yang dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan perawata atau keluarga

2. Pasif
Mobilisasi pasif adalah latihan yang diberikan pada klien yang mengalami kelemahan otot lengan maupun otot kaki berupa latihan pada tulang dan sendi dimana klien tidak dapat melakukannya sendiri, sehingga klien memerlukan bantuan perawat atau keluarga. Mobilisasi Pasif ini sebaiknya dilakukan sejak hari pertama klien tidak diperkenankan meninggalkan tempat tidur atau klien yang jarang bergerak sehingga terjadi kekakuan pada otot, maka dalam hal ini dilakukan mobilisasi pasif
B. Manfaat Mobilisasi
 Memelihara fleksibilitas dari tulang dan sendi
 Menjaga agar tidak terjadi kerapuhan tulang
 Meningkatkan kekuatan otot
C. Hal – Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Mobilisasi
 Perhatikan keadaan umum penderita, apakah merasa kelelahan, pusing atau kecapaian
 Pastikan cincin dan perhiasan dilepas untuk menghindari terjadinya pembengkakan dan luka
 Pastikan pakaian dalam keadaan longgar
 Jangan lakukan pada penderita patah tulang
 Jangan lakukan latihan fisik segera setelah penderita makan
 Gunakan gerakan badan yang benar untuk menghindari ketegangan atau luka pada penderita
 Gunakan kekuatan dengan pegangan yang nyaman ketika melakukan latihan
 Gerakan bagian tubuh dengan lancar, pelan dan berirama
 Hindari gerakan yang terlalu sulit
 Jika kejang pada saat latihan, hentikan
 Jika terjadi kekakuan tekan pada daerah yang kaku, teruskan latihan dengan perlahan
D. Gerakan – gerakan Mobilisasi
1. Pergerakan bahu
 Pegang pergerakan tangan dan siku penderita, lalu angkat selebar bahu, putar ke luar dan ke dalam
 Angkat tangan gerakan ke atas kepala dengan di bengkokan, lalu kembali ke posisi awal
 Gerakan tangan dengan mendekatkan lengan kearah badan, hingga menjangkau tangan yang lain

2. Pergerakan siku
 Buat sudut 90 0 pada siku lalu gerakan lengan keatas dan ke bawah dengan membuat gerakan setengah lingkaran
 Gerakan lengan dengan menekuk siku sampai ke dekat dagu
3. Pergerakan tangan
 Pegang tangan pasien seperti bersalaman, lalu putar pergelangan tangan
 Gerakan tangan sambil menekuk tangan ke bawah
 Gerakan tangan sambil menekuk tangan keatas
4. Pergerakan jari tangan
 Putar jari tangan satu persatu
 Pada ibu jari lakukan pergerakan menjauh dan mendekat dari jari telunjuk, lalu dekatkan pada jari – jari yang lain.
5. Pergerakan kaki
 Pegang pergelangan kaki dan bawah lutut kaki lalu angkat sampai 30 o lalu putar
 Gerakan lutut dengan menekuknya sampai 90 o
 Angkat kaki lalu dekatkan kekaki yang satu kemudian gerakan menjauh
 Putar kaki ke dalm dan ke luar
 Lakukan penekanan pada telapak kaki keluar dan kedalam
 Jari kaki di tekuk – tekuk lalu di putar
6. Pergerakan Leher
 Pegang pipi pasien lalu gerakan kekiri dan kekanan
 Gerakan leher menekuk kedepan dan kebelakang